membangun peraaban adil dan makmur

Pedoman Hidup Tri Falaq Tunggallistik merupakan suatu konsepsi sistem kehidupan yang berlandaskan keimanan kepada Tuhan Yang Maha Esa, serta kearifan adat budaya luhur Nusantara sebagai fondasi pembangunan manusia dan peradaban yang berkeadilan. Konsep ini menempatkan manusia sebagai makhluk yang berahklak dan bermoral serta spiritual, sistem pedoman hidup manusia Tri Falaq Tunggallistik akan memaksa dan mengendalikan hawa nafsu mahkluh buas bernama manusia demi terciptanya keadilan berprikemanusiaan dan kembali kepada konsep dasar penciptaan manusia oleh Tuhan yang Maha Esa. Dalam perspektif ini, keadilan tidak dapat ditegakkan hanya melalui kehendak individu, melainkan harus diwujudkan melalui suatu sistem dan nilai yang mengikat seluruh lapisan masyarakat tanpa membedakan gama suku dan golongan.

Sebagai insan yang beriman, berwawasan kebangsaan, berjiwa Pancasila, serta menjunjung tinggi nilai-nilai adat Nusantara, Sistem Pedoman Hidup Tri Falaq Tunggallistik dapat dipahami sebagai landasan fundamental dalam membentuk kehidupan manusia yang adil, beradab, dan berketuhanan. Sistem ini menegaskan bahwa manusia yang dikuasai oleh hawa nafsu tidak akan mampu menegakkan keadilan secara utuh. Oleh karena itu, keadilan hanya dapat diwujudkan melalui penetapan suatu sistem yang bersifat mengikat, berlaku universal, serta ditaati oleh setiap individu tanpa memandang ruang, waktu, maupun kedudukan sosial.

Dalam kehidupan masyarakat yang berlapis dan bertingkat, keadilan harus ditegakkan secara proporsional dengan tetap berlandaskan nilai kemanusiaan dan keimanan kepada Tuhan Yang Maha Esa—Tuhan semesta alam, bukan Tuhan yang dibatasi oleh sudut pandang kelompok, golongan, ataupun fanatisme sempit. Dalam kerangka berpikir ini, keberadaan sistem hukum adat sebagai pemersatu memiliki peran yang sangat strategis untuk dilestarikan, dikembangkan, dan diwujudkan secara nyata dalam bentuk yang lebih modern dan profesional.

Lebih lanjut, Pedoman Hidup Tri Falaq Tunggallistik memiliki urgensi sebagai berikut:

  • Sebagai Pengarah dan Penuntun Kehidupan
    Pedoman ini berfungsi sebagai arah, penuntun, serta instrumen dalam menata kehidupan manusia di berbagai aspek, agar selaras dengan kehendak Allah SWT, sehingga tercapai keselamatan hidup di dunia dan akhirat.
  • Berlandaskan Kesempurnaan Penciptaan Manusia
    Konsep ini digali dari struktur dan sistem kerja tubuh manusia sebagai makhluk ciptaan Allah SWT yang paling mulia dan sempurna dibandingkan makhluk lainnya, serta selaras dengan nilai-nilai yang terkandung dalam Al-Qur’an dan kitab-kitab suci lainnya.
  • Sebagai Konsepsi Dasar Kehidupan Universal
    Pedoman ini mampu menjadi dasar konseptual, pola pikir, falsafah hidup, serta arah pandang manusia dalam memimpin, mengendalikan, dan mengorganisir kehidupan, baik secara individu maupun kolektif—meliputi kehidupan berumah tangga, berorganisasi, berteknologi, berbudaya, bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara—guna mencapai kesempurnaan hidup yang harmonis dan berkesinambungan, serta keselamatan dunia dan akhirat.