Ada kalimat kritik yang sangat jujur dan tepat sasaran. Memang ironis ketika kita sering menuntut masyarakat untuk hidup bermoral sesuai dengan nilai-nilai Pancasila, tetapi pada kenyataannya, banyak yang tidak paham apa saja nilai konkret di dalamnya atau bahkan bingung ada berapa jumlah nilai tersebut. Mari kita sama-sama bedah dan jawab kritik tersebut.

Nilai kehidupan adalah esensi, prinsip, atau standar batin yang menentukan apa yang di anggap paling penting, berharga, dan bermakna dalam hidup seorang manusia. Nilai inilah yang berfungsi sebagai “kompas tak terlihat” yang mengarahkan setiap keputusan, tindakan, cara pandang, hingga pembentukan karakter dan arah kehidupan peradaban sebuah bangsa.

Sesuatu yang bernilai tinggi dalam kehidupan suatu bangsa bukan sekedar kekayaan material atau infrastruktur fisik, melainkan ada yang lebih berharga fondasi spiritual, kultural, dan etika yang menjaga eksistensi harkat dan martabat serta kedaulatan bangsa yang diwariskan dari generasi ke generasi

Menurut para pendiri bangsa dan filsuf kebudayaan di dunia Ada beberapa hal penting dan yang paling bernilai dalam kehidupan berbangsa meliputi:

  1. Nilai Dasar Filsafat Hidup (Philosofische Grondslag)

Bagi bangsa nusantara nilai kehidupan adat istiadat sehari hari dan nilai-nilai moral akhlak yang sesuai dengan ajaran agama telah di peras dan di ambil intisarinya menjadi nilai tertinggi terdapat di dalam Pancasila. Nilai-nilai di dalamnya bukan sekedar teks formal, melainkan jiwa bangsa (volksgeist), harkat dan martabad juga sebagai identitas jati diri kebangsaan yang berfungsi sebagai:

  1. Kompas Etika dan Moral: Panduan logis dan sistematis untuk membedakan apa yang baik (hak) dan yang buruk (bathil) dalam kehidupan berbangsa dan bernegara serta berumah tangga.
  2. Pemersatu Keragaman: Perekat yang memastikan bahwa kemajemukan dan beraneka ragam suku bangsa, bahasa dan profesi menjadi kekuatan sinergis untuk menjadi bangsa besar sekaligus pembeda diantara bangsa-bangsa di dunia.
  1. Kedaulatan Kebudayaan dan Identitas Peradaban

Sebuah bangsa hanya akan menjadi objek sejarah dan tidak akan menjadi subjek penentu peradaban jika sebuah bangsa kehilangan akar budayanya. Sesuatu yang bernilai di sini adalah karakter khas Nusantara yang membedakannya dengan peradaban lain dengan bangsa- bangsa di dunia agar bisa di kenali dan saling mengenal.

  1. Diferensiasi Kultural: adalah proses atau tindakan pembedaan yang membentuk Keunikan budaya, tradisi adat, dan kearifan lokal adalah identitas yang memperkaya dinamika kemanusiaan global.
  2. Kedaulatan Temporal dan Sejarah: Kemampuan bangsa untuk menentukan narasi sejarahnya sendiri, menghormati kejayaan masa lalu, dan menggunakannya sebagai fondasi membentuk peradaban yang lebih unggul sebagai bangsa yang bermartabat yang memiliki harga diri sebagai bangsa yang modern.