• Jika secara administratif-peradaban terbukti bahwa syarat-syarat pembeda kita belum lengkap, lalu bagaimanakah status kita sebenarnya? Mau dibawa ke mana arah peradaban ini?
  • Jika kita bersikeras mengaku telah menjadi bangsa yang mandiri secara utuh, instrumen autentik apa yang bisa kita buktikan di hadapan bangsa dunia selain klaim administratif semata?
  • Jika  Sesorang dinobatkan sebagai Bapak Bangsa Indonesia maka secara metodologi peradaban, beliau menjadi bapak bagi bangsa yang mana? Sementara syarat-syarat formil pembeda untuk mengukuhkan diri sebagai peradaban bangsa yang mandiri secara utuh belum terpenuhi secara lengkap.

Ini bukanlah ajang untuk mencari siapa yang bersalah, melainkan sebuah undangan ilmiah untuk memverifikasi arah kompas sejarah kita dengan kepala dingin.