Pengakuan dunia akan semakin kuat karena nilai ini bukan barang impor, melainkan bersumber dari kontinuitas sejarah (historical continuity) peradaban kita sendiri. Sejak zaman leluhur, masyarakat Nusantara selalu memiliki kesadaran kosmis yang mendalam bahwa manusia, alam, dan Sang Pencipta adalah satu kesatuan yang harmoni. Kesadaran spiritual purba inilah yang kemudian mengkristal secara ilmiah, logis, dan terstruktur dalam Pancasila.

Dapat disimpulkan bahwa nilai Keyakinan kepada Tuhan Yang Maha Esa adalah paspor kultural dan spiritual Nusantara menuju panggung peradaban dunia; di saat bangsa lain unggul dalam skor ekonomi atau teknologi fisik, Nusantara memimpin dalam kadar mutu peradaban yang berjiwa, beretika, bermoral, serta menjunjung tinggi nilai kemanusiaan, sekaligus menjadi modal strategis untuk merebut pengakuan dunia demi menegaskan kembali kedaulatan dan martabat bangsa sebagai subjek bukan sekedar objek dalam sejarah peradaban manusia.