“Krisis keteladanan yang kita saksikan hari ini adalah dampak nyata dari hilangnya kedaulatan budaya. Ketika para pemimpin lebih gemar mempraktikkan gaya hidup dan pola pikir bangsa luar terjebak dalam imitasi dan dogma asing, maka putuslah tali sejarah yang menghubungkan kita dengan keluhuran budi pekerti moyang Nusantara. Selama kita masih enggan pulang ke rumah budaya sendiri, selama itu pula kebenaran hanya akan menjadi retorika tanpa tindakan, yang pada akhirnya meruntuhkan kepercayaan rakyat terhadap institusi kepemimpinan bangsa

Ketidakharmonisan antara ucapan dan tindakan di tingkat elit adalah alarm atas krisis moral kita. Ini adalah konsekuensi pahit ketika kita lebih bangga meniru identitas luar dan mengabaikan nilai-nilai kenusantaraan. Tanpa keberanian untuk kembali mempraktikkan kearifan lokal, kita akan terus terjebak dalam krisis keteladanan yang mengikis kepercayaan publik hingga ke dasarnya.”